Cara membaca referensi busi Bosch
Setiap huruf dan angka dalam kode Bosch memiliki arti: ulir & dudukan, tipe, resistor, tingkat panas, jangkauan, elektroda, dan celah. Berikut cara membacanya.
Referensi Bosch seperti FR7DC+ dibaca posisi demi posisi, mengikuti formula tipe resmi Bosch.
1. Huruf pertama — ulir, dudukan & kunci
| Huruf | Ulir | Ø / dudukan |
|---|---|---|
| A | M12×1.25 | 12 mm · tirus |
| D | M18×1.5 | 18 mm |
| F | M14×1.25 | 14 mm · datar |
| H | M14×1.25 | 14 mm · setengah-ulir |
| M | M18×1.5 | 18 mm · datar |
| N | M10×1.0 | 10 mm (mesin kecil) |
| W | M14×1.25 | 14 mm · datar |
| U | M10×1.0 | 10 mm |
| Q | M16×1.5 | 16 mm |
| V / X / Y / Z | M12×1.25 | 12 mm |
2. Huruf tipe
- A — busi EVO
- F — pelepasan permukaan (percikan meluncur)
- L — celah udara semi-permukaan
- M — celah udara
- U — motorsport
3. R — resistor
R pada huruf-huruf awal (mis. FR7DC) berarti resistor bawaan (penekan).
4. Angka — tingkat panas
Angka adalah tingkat panas: lebih rendah = lebih panas, lebih tinggi = lebih dingin. Relatif terhadap Bosch.
5. Huruf selanjutnya
Setelah angka panas datang panjang ulir / posisi percikan, konsep elektroda, logam mulia (I = iridium, P = platina), versi, terminal, dan celah. Tanda + di akhir menandai Bosch «Super Plus».
6. Torsi pengencangan
Torsi bergantung pada dudukan, diameter ulir, dan bahan kepala silinder. Dudukan datar (dengan ring): 10 mm 10–15 N·m (besi) / 10–12 (aluminium), 12 mm 15–25 / 15–20, 14 mm 25–35 / 25–30, 18 mm 35–45 / 35–40. Dudukan tirus: 12–14 mm 10–20 N·m, 18 mm 20–30. Selalu ikuti nilai yang tercetak pada kemasan.