Cara membaca referensi busi NGK

Setiap huruf dan angka dalam kode NGK memiliki arti: diameter ulir, jangkauan, tingkat panas, elektroda, dan celah. Berikut cara membacanya.

Referensi NGK seperti BPR6ES-11 dibaca posisi demi posisi. Setiap bidang ditentukan oleh nomenklatur resmi NGK.

1. Huruf pertama — diameter ulir

HurufØ ulirKunci
A18 mm25.4 mm
B14 mm20.8 mm
C10 mm16.0 mm
D12 mm18.0 mm
E8 mm13.0 mm
J12 mm18.0 mm

Huruf I, P, S, Z, atau V yang ditempatkan sebelum huruf ulir adalah awalan konstruksi (lihat di bawah), bukan diameter.

2. Huruf konstruksi

3. Angka — tingkat panas

Angka adalah tingkat panas: rendah = panas (2, 4, 5…), tinggi = dingin (9, 10, 11…). Ini relatif terhadap NGK dan tidak dapat dibandingkan huruf demi huruf dengan merek lain.

4. Huruf jangkauan (setelah angka)

HurufJangkauan ulir
E19.0 mm
H12.7 mm
L11.2 mm

5. Ujung pembakaran / elektroda

6. Sufiks celah

-9 / -10 / -11 / -13 di akhir adalah celah pabrik dalam persepuluh milimeter: -11 = 1.1 mm.

Torsi pengencangan

Torsi bergantung pada dudukan, diameter ulir, dan bahan kepala silinder. Dudukan datar (dengan ring): 10 mm 10–15 N·m (besi) / 10–12 (aluminium), 12 mm 15–25 / 15–20, 14 mm 25–35 / 25–30, 18 mm 35–45 / 35–40. Dudukan tirus: 12–14 mm 10–20 N·m, 18 mm 20–30. Atau berdasarkan sudut pada busi baru: 14/18 mm ½–⅔ putaran, 10/12 mm ½ putaran, 8 mm ⅓ putaran. Selalu ikuti nilai yang tercetak pada kemasan.