Cara membaca referensi busi Eyquem
Kode Eyquem mengkodekan resistor, badan/ulir, bahan elektroda, rentang panas, jangkauan, dudukan, hidung isolator, dan elektroda massa. Berikut cara membacanya.
Kode Eyquem seperti RFC 42 LS dibaca posisi demi posisi: R (resistor) · huruf badan/ulir · bahan elektroda · rentang panas · huruf jangkauan / dudukan / hidung / elektroda massa.
1. R — resistor
R di awal = resistor bawaan (3–9 kΩ); tanpa huruf = tanpa resistor.
2. Tipe badan — ulir
- tanpa huruf / D / Z / W / F — M14×1.25 (dudukan datar atau tirus)
- K — M18×1.5
- T — M10×1.0
- X — M12×1.25 (Bi-Hex)
3. Bahan elektroda
- tanpa huruf — elektroda tengah & massa nikel
- C — elektroda tengah berinti tembaga
- N — elektroda tengah & massa berinti tembaga
4. Rentang panas
Rentang Super: 12 = panas … 99 = dingin. Rentang Nikel/Krom: 200 (panas) … 1200 (dingin). Relatif terhadap Eyquem.
5. Jangkauan, dudukan, hidung & elektroda massa
- Jangkauan: tanpa huruf 11.2 mm · A 7.8 · C 17.5 · L 25 mm
- Dudukan: tanpa huruf datar · J dudukan tirus
- Hidung isolator: tanpa huruf tidak menonjol · S menonjol · Z menonjol + anti-kerak
- Elektroda massa: tanpa huruf/1 = satu (standar) · 2 / 3 / 4 = jumlah elektroda samping
6. Torsi pengencangan
Torsi bergantung pada dudukan, diameter ulir, dan bahan kepala silinder. Dudukan datar (dengan ring): 10 mm 10–15 N·m (besi) / 10–12 (aluminium), 12 mm 15–25 / 15–20, 14 mm 25–35 / 25–30, 18 mm 35–45 / 35–40. Dudukan tirus: 12–14 mm 10–20 N·m, 18 mm 20–30. Selalu ikuti nilai yang tercetak pada kemasan.