Cara membaca referensi busi Champion
Setiap huruf dan angka dalam kode Champion memiliki arti: resistor, diameter ulir, jangkauan, tingkat panas, ujung pembakaran, dan celah. Berikut cara membacanya.
Referensi Champion seperti RN9YC dibaca posisi demi posisi, mengikuti nomenklatur resmi Champion.
1. R di awal — resistor
R di awal berarti resistor bawaan (penekan), misalnya RN9YC. Tidak ada huruf ulir "R", jadi R di awal selalu menandai resistor.
2. Huruf ulir — diameter dan jangkauan
| Huruf | Ø ulir | Jangkauan |
|---|---|---|
| A | 12 mm | 12.7 mm |
| C | 14 mm | 12.7 mm |
| D | 18 mm | 11.7 mm |
| F | 18 mm | 12.7 mm |
| J | 14 mm | 9.5 mm (dudukan tirus) |
| L | 14 mm | 12.5 mm (dudukan tirus) |
| N | 14 mm | 19 mm (menonjol) |
| P | 12 mm | 9.5 mm (dudukan tirus) |
Bentuk dua huruf juga ada (AX, CJ, DJ, DZ, EJ, MJ). Dudukan bersifat datar (dengan ring) kecuali huruf menandakan dudukan tirus (misalnya J, L, P).
3. Angka — tingkat panas
Angka memberikan tingkat panas: lebih rendah = lebih panas, lebih tinggi = lebih dingin. Ini relatif terhadap Champion.
4. Ujung pembakaran / desain (huruf akhir)
- Y — ujung menonjol
- C — inti tembaga
- P — platina
- G — emas-paladium
- LM — tipe mesin pemotong rumput
5. Torsi pengencangan
Torsi bergantung pada dudukan, diameter ulir, dan bahan kepala silinder. Dudukan datar (dengan ring): 12 mm 15–25 N·m (besi) / 15–20 (aluminium), 14 mm 25–35 / 25–30, 18 mm 35–45 / 35–40. Dudukan tirus: 12–14 mm 10–20 N·m, 18 mm 20–30. Selalu ikuti nilai yang tercetak pada kemasan.